just remember me..

October 23, 2009

Bila semuanya telah berlalu dan waktu juga telah mendamaikan rasa, saya akan mau bertemu kamu lagi. Kamu tak akan pernah sadar akan kehilangan saya sampai saya benar-benar pergi darimu. Sekarang saya pergi karna saya sudah tak mau kamu ada dikehidupan saya lagi… setidaknya untuk sat ini.

You took it for a granted.. bahkan ke saya sebagai temanmu. Bagimu sangat menyenangkan untuk membuat saya berantakan.

Hellow my friend, saya gag mau kamu senang. Been through worse before and I would never ever let the worse thing come into my life again. Never again!

Jadi, ingatlah diriku..

yang pernah ada disampingmu, diwaktu, dihatimu…

dan kamu yang pernah hadir disampingku, temani waktuku dan temani hatiku…

 

*thanks to chandra and sheila*

God is great!

February 11, 2009

Untung saja ada si kutu kupret yang bisa membuat saya tersenyum saat ini. Bayangkan saja! Sudah mata ga jelas yang membuat saya ga bisa dandan, ditambah hari pertama coming moon, mana ada satu teman yang masang muka ber** tiap hari… kebayang dong kantor bakal hancur seperti apa???

Tapi dia datang membawa kesejukan di hati…. Hueeeeeeek……

 

Dan saya berterima kasih pada Tuhan. Terima kasih…. YOU ARE SO GREAT!

Seperti dalam film Harry Potter, saya tak mau menyebut namanya lagi ataupun membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan doi.

Dimulai dari perbincangan ga penting antara saya dengan salah satu sahabat saya, dimana dia menyebut doi dengan nama sebutannya, si s*****. Lalu saya berkelakar, “Siapa si s*****?? ga kenal tuh!” Bla bla bla.. akhirnya tercetuslah dari mulut sahabat saya, “Awas ya mba, lo sebut namanya dia atau membahas lagi tentang dia!” Hehehe.. entah serius atau tidak, tapi akhirnya saya sadar, bahwa hanya menghabiskan air ludah saya saja bila saya tetap membicarakannya. Air ludah saya pun terlalu mahal untuk saya keluarkan untuknya.

Mmmm…. kok masih membicarakannya disini? Ooow, hanya sekadar informasi untuk jangan menanyakan tentang doi. Bagai lembaran dibuku berhalaman 200, cerita tentang doi sudah berada dihalaman, paragraf, kalimat dan baris terakhir sebelum titik dan diikuti tulisan TAMAT.

Biografi Pengarang:

Deb

Perempuan yang masih mempertanyakan apakah sebenarnya cinta dan jodoh itu ada. Karna yang diketahuinya (saat ini) cinta dan jodoh hanya ada dalam cerita di film dan novel.

Perempuan yang akhirnya menemukan kenyataan bahwa hidup tak seindah mimpi, sadar bahwa kita hidup di dunia nyata bukan di dunia dongeng, dan mengerti bahwa hidup itu suatu perjalanan menuju kedewasaan jiwa…

Jantung saya berhenti

November 5, 2008

Hmmm.. yang kaya gini nih yang katanya udah hurt-proof. Ini karna ketololan dan keisengan saya yang ga ada gunanya.

Dimulailah dulu ketika sepupu saya iseng nge-add doi di YM… lalu main juga add-add-an di Fb. Lalu sepupu saya nan gatal itu selalu menceritakan perbincangan-perbincangan antara mereka berdua dan juga mengirim foto-foto terakhir.. Seperti apa rupanya sekarang??

Nah… saya yang sudah mendeklarasikan bahwa saya sudah DONE…. Log-in lah saya memakai identitas sepupu saya (kita memang sengaja menukar ID & Password, apabila terjadi Force Majeure untuk meneruskan blog-blog dan email)…

DAAANG!!! Doi memasang fotonya bersama sang kekasih hati yang akan dinikahinya Tahun depan… Hoahahahahha… sempet sih jantung i berhenti sekitar 5 menit (bohong saya!! saya berbohong!!!) baiklah semenit…

Bo’ bo’.. cewenya ga cantik ah.. cantikan juga i…. suer deh.. bukannya nyenengin diri sendiri ya… Tapi suer deh… (kalau saja i bisa insert tuh foto, i pajang disini deh..). Sumpeh loooogh!!

Huihihihihihihihihihiiiiii…

 

*astaganaga… blog i yang ini sungguh buruk…*

hurt-proof

October 24, 2008

Mulailah saya mellow mode ON.

Ya ya ya…. saya tahu saya pernah melakukan kesalahan. Semua orang juga. Apalagi kekhilafan. Itu berkali-kali..

Memang ada satu orang yang pernah dengan telak ataupun konyol membuat saya jadi lupa dan makin menjauhkan saya dari Tuhan. Bukan, itu bukan salah doi, itu salah saya. Saya yang bodoh.. Arrgh…. manusia bodoh! Tapi.. apa lacur,  nasi telah menjadi bubur. *Insert-investigasi-mode-ON* Saya saat ini sedang berjuang keras melupakan kejadian-kejadian dulu. Juga meminta maaf atas segala kebodohan saya yang terdahulu. Tobatlah, ceritanya.

Mmmmm.. sebenarnya saya sudah tidak sakit-sakit amat bila mengingat satu hal itu. Sekejap, hal itu tidak menjadi berat buat saya.. mungkin sudah ada subtitusi otak yang sekarang mengarah ke si kutu.. (maacih lho aniwei..). Lalu lalu.. saya takut. Kok tak sakit-sakit amat ya? Padahal dulu langkah saya (yang salah) selalu menuju ke doi (bukan si kutu – red). Tiba-tiba saya diingatkan bahwa saya dulu telah melakukan hal konyol. Konyol!

Saya sengaja mencoba membangkitkan ingatan saya tentang doi… bukan apa-apa sih, hanya tak mau saya tahan banting akan sakit hati yang berujung pada tak punya hati. Saya harus punya rasa mellow. Bahkan nih ya.. si kutu itu belum bisa membuat saya sedih dengan *not-yet-available*. Padahal dulu-dulu nih ya… saya bisa meraung-raung mirip anjing gilo (eh, itu mengaung-aung ya?)..

Tapi yang ada saya malahan sakit hati sama seseorang yang mengingatkan saya betapa bodohnya saya dulu… Hoahahahahhaa… Belum Hurt-proof dong ya???

ehem…

October 24, 2008

setelah gemez tak keruan.. beteh melanda.. rasa dag-dig-dug itu muncul…

Akhirnya bisa juga “a promise…” – nya dipenuhi…

 

huihihihihihihihi… lalala… dududududu….

Gemez part II

October 23, 2008

Saya benar-benar lagi gemez. Entah apa yang lagi dilakukan Dia kali ini.. Saya rasa Dia sedang tersenyum-senyum saat ini di atas. Seriously God?? Saya selalu merasa kadang Dia bermain-main dengan selera humorNya yang tinggi.

Begini ya… saya itu baru bertemu sama si kutu (begitu saya menyebutnya) bulan lalu.. hampir 2 bulan yll malahan. Lalu bertemu lagi, tak sengaja, 3 hari berikutnya. Dan sampai sekarang, setelah die berhasil buat saya jungkir balik, telpon-telponan berjam-jam (Yang berhasil mengalahkan rekor saya dengan sepupu saya), janjian mau bertemu dan membuat saya tersenyum-senyum sendiri (U really light up my days)… saya belum pernah bertemu dia lagi..

Stupid things. Dengan sok sopan, dia datang dan hanya mengetuk pintu. Padahal dia itu kalau sms atau telpon jam 1 atau jam 2 malam. Helloooooow???? emang ga bisa ya pakai teknologi HP??? masih pakai cara lama???

*Iya.. iya… saya tahu dia ga mau ganggu saya, secara saya sudah bilang dia kalau saya benar-benar terserang kantuk akut kemarin….*

Hihihihihihi” Dia dan anak buahNya sedang tertawa-tawa kecil melihat saya… Iya.. iya… saya terima deh….

 

Aniwei, blog ini penegasan juga untuk seorang perempuan yang pernah melihat blog saya (yang entah bagaimana caranya dia menemukan) mengira saya itu lagi dekat sama pacarnya… Bukan kok neng… bukan pacarmu… Peace ya….

Petir disiang hari

October 20, 2008

Grrrr…. ini yang saya benci bila selama kesendirian saya punya hobi merenung, belajar menjadi pemerhati orang lewat tatapan, dan juga mendalami premonition yang bakal terjadi… eh eh, bukan belajar jadi mbah dukun loh… tapi hanya mau belajar dewasa menyikapi hal-hal yang terjadi (hmmm.. beginilah bila harus dari awal lagi mencari jati diri..).

Contoh:

1. Kemarin orang kantor saya lagi mencari dana untuk ke suatu tempat. Mengusulkan, misalkan, 20 juta… lalu mereka kembali ke kantor setelah acara pemalakan dilakukan.. saya hanya berkata, “ga dapat 20 juta kan??” trus mereka bilang, “Iya, kok kamu tahu?? emang dapet berapa kita?” “14 juta!” saya jawab sambil lalu… Mereka bengong.. Loh.. kok bisa nebak 14?? kan bukan genap.. kalau 15 pasti bisa dikira-kira dong… Ga tahu.. sambil lalu saja perasaan saya mengatakan 14… Idih, boleh tuh kalau saya iseng-iseng berhadiah menebak nomor togel.

2. Saya punya teman baru. Menurut kata orang nih.. dia baik-baik saja. Lalu saya bilang ke dia, “setiap orang punya masalah ya mbak.. mbak juga begitu kan?” (sepertinya nada bicara saya cukup menakutkan, karna saya pun takut ketika berbicara seperti itu.. kaya peramal – boro-boro punya sixth sense-). Kok saya bisa tahu? ya itu.. dari tatapan mata. Yang saya tahu, hanya dari tatapan mata, orang tak bisa berbohong. Semua pancaran bahagia, sedih, merana, sakit.. semua terlihat. Tapi saya ga mengharapkan dia bercerita. Sorry ye, ga usil gw!!! Lalu saya katakan ke dia, “nggak mbak.. cuma mengira-ngira saja.. ga usah cerita lah.. somehow, kita punya rahasia masing-masing yang kita ga mau orang tahu“. Dan dia meng-iya-kan…

3. Ini terjadi tadi malam. Dari tadi malam, perasaan saya ga enak. Bukan, bukan karna seseorang meng-cancel janjinya. Itu mah udah biasa. Pas saya lagi senyam-senyum sendiri, tiba-tiba ada yang menyalip mobil saya dengan plat nomor sama dengan plat nomor seseorang (huruf belakangnya yang beda) yang pernah ada dalam kehidupan saya. Biasanya.. menurut perasaan saya sih, pasti ada akan sesuatu yang berhubunganlah sama doi (yea yea.. istilah “doi” saya pakai disini, karna doi selalu memakai bahasa jaman baheula).

DAAAAANG!!! Ga ada hujan ga ada badai tiba-tiba ada petir di siang hari. Ini nih, karna keisengan sepupu saya yang punya hobi nge-add orang-orang.. ber-YM-lah dia dengan doi. Mau merit bo’ tahun depan.. Hoauaahahaoahahaha *entah tertawa saya seperti apa*

Sebenarnya sih… segala urusan saya dengan doi itu sudah beres. Bahkan juga perasaan saya.. helllow??? saya harus pakai logika cing!! dulu, dapat cowo yang lempeng-lempeng aja, tu cowo bikin complicated! Aneh. Ya udah dong, mending dapetin yang complicated tapi dapat di lempengin. Hitung-hitung bikin hidup saya tambah berwarna… (Please… kurang berwarna apa hidup gw!). Kalau dipikir dengan logika, yang somehow selalu saja bentrok dengan perasaan, ngapain juga meneruskan perasaan sama doi. Yoi ga coy?? (Ampuuuun, bahasa gw ga banged).

Tapi kan saya hanya manusia biasa.. kadang saya merasa cobaan saya dirapel sama Yang Maha. Ampuun, Tuhan, ampuuun… jangan dikasih lagi.. mau istirahat dulu nih… Tapi eitsss… so far saya bisa lalui. Jadi, ya ga pa pa lah kalo semua cobaan di amprukin dalam satu episode. Biar ga ada lanjutannya, ga kaya Cinta Fitri apalagi Tersanjung.. bisa sampai Tersanjung 6 tuh!

Have a little faith

October 13, 2008

Lokananta, 12 Okt 2008

Disini saya duduk sendiri disofa besar yang terletak nomor dua dari pintu masuk, ditemani strawberry juice yang rasanya sangat-sangat kemanisan. Uuuuh, rupanya peraciknya menuangkan sirup dengan prosentase lebih banyak daripada buah strawberrynya (atau sama sekali tak pakai buah, hanya murni sirup? dunno..). Lounge tepat diseberang GKI (Gereja Kristen Indonesia) daerah Panglima Polim. Saya rehat disini sebentar karna saya telat datang di kebaktian pukul 5 sore yang akhirnya saya memutuskan untuk menunggu kebaktian berikutnya di jam 7 malam.

Saya memutuskan untuk kembali kerumah Tuhan untuk mendengar Firman-Nya dan juga bernyanyi untuk-Nya, setelah mungkin lebih dari 6 bulan saya tak pernah “menjenguk” Dia. Kalau mau jujur, dan saya yakin Tuhan-pun tahu, saya malas. Saya selalu berpikiran, tokh saya mempunyai iman yang teguh dan takkan ada satupun kejadian yang akan membuat saya berpaling dari-Nya. Alasan yang lain, Gereja yang biasa saya kunjungi adalah Gereja mantan saya. Saya tak mau lagi kesana. Gereja papa-mama saya? Cibubur. Wuiiih, jauh bener… Alasan yang lain… saya malas mencari karna saya pasti sendirian. Yang terakhir sepertinya berat.

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman menegurku.. mengapa saya begitu. Mau gimana juga, entah saya sudah teguh keyakinan atau apapun juga, saya harus tetap datang. Setidaknya untuk mendengar (kalau-kalau saya lupa) dan juga bernyanyi memuji syukur untuk-Nya. DEG! Yah, lumayan tertampar di kedua pipi saya.. Sebenarnya tidak sesingkat itu juga dia berkotbah ala pendeta. Banyak sekali yang dia ucapkan… tapi seperti biasa, saya cukup mengosongkan otak saya (terkadang saya sering terkejut dengan kinerja otak saya yang bisa menutup begitu saja semudah menutup telinga) dan cukup berkata “he-eh.. he-eh”. Dan herannya saya tersenggol. Benar-benar tersenggol. Mau siapapun juga memaksa atau menyeret (bila diseret mungkin saya ikut).. juga orangtua saya, pendeta, teman-teman yang lain… saya tak pernah menggubris.. iya-iya saja sambil lalu. Tapi kali ini perasaan bersalah cukup menyelimuti diri saya yang (mungkin) sudah jauh dari-Nya.

Tepat jam 7 malam, lonceng bergema 5 kali, tanda sudah mau dimulai kebaktian…

 

Ternyata, hati saya belum membeku. Baru kali ini ada orang yang bisa dengan sangat dan berhasil tanpa susah payah menyingsingkan lengan baju dan membawa mobil derek untuk meyeret saya.