been a while

July 21, 2009

Sudah lama sekali saya tak menulis tentang saya, tentang sekitar, tentang laki-laki, tentang sahabat, tentang semua hal-hal yang agak pribadi. Oh yaaaa, tentu saja karna ada seseorang yang berhasil dengan sukses membuat saya tak mau (bisa) menulis lagi. Kalau bukan karna si orang itu, saya mah tetap saja cuap-cuap di blog.

Aniwei, saya sedang berusaha untuk mengungkap unek-unek saya disini… hanya untuk kepuasan pribadi saya saja…

Kira-kira, sudah berapa lama ya saya menyimpan benak yang tak bisa tertumpah? Hmmm… mungkin hampir setengah tahun.

Yak, kali ini dirapel sajalah. Rapelan gundah gulana, celotehan dan coretan yang selama ini merusak otak dan jiwa saya. Huehehehee..

Tiba-tiba mimpi itu hadir. Bukan mimpi tentang seseorang, melainkan teman *yang ntah kenapa ketika saya membuka mata saya, saya lupa siapa itu orangnya* yang mengingatkan saya agar kembali sadar bahwa saya sudah hampir setahun sendiri. Hellooooow…. dikala saya lagi senang-senangnya being single and fab, dikala saya lagi menyandang gelar “the most hyuk person in Jakarta”, menclok sana-sini tak keruan, eeeeh…. kok mimpi diingatkan oleh “orang yang tak jelas” yang notabene ada di mimpi saya.

Huihihihihi, pada dasarnya, saya ingin sekali untuk berkeluarga. Menyiapkan teh dan roti dipagi hari, menyiapkan makan malam *beli di resto*, menyiapkan baju untuknya, belanja bulanan dengan kepusingan memilih detergen, sabun cuci piring, pembersih lantai, pembersih kaca *oke, anda bisa dapatkan di supermarket terdekat* dan tetek-bengek lainnya… Lalu menghitung-hitung pengeluaran, menyisihkan untuk di tabung (syukur-syukur bisa buat travelling berdua), blah blah blah….

Tapi… hari demi hari saya makin terlena keasikan saya sebagai jombloners sejati *halah*. Baru saya sadari, apakah ini merupakan pelarian saya dikala saya ternyata benar-benar takut akan komitmen? Takut ketika masuk dalam suatu relationship yang akan mengulang sejarah? Takut bila sudah terikat satu hubungan dan saya tak bisa keluar dari hubungan tersebut yang pada akhirnya saya akan memaksakan diri (lagi)?

I’m free person now. Takut apabila ada suatu kekangan dan aturan yang memberatkan saya, yang malahan akan membuat saya lari lagi. Free saya disini untungnya tak kebablasan, alias saya bisa jaga diri saya sampai saat ini.

Tentang laki-laki? Saya menghabiskan hampir setiap weekend bersama teman-teman laki saya.. Oh ya, they’re my absolutely friends! Bukan TTM. Beberapa sahabat saya (yang perempuan pastinya) bilang ke saya, mereka khawatir saya dikelilingi oleh mereka, karna nanti saya mencari figur seperti mereka yang sering diajak-mengajak hanya untuk ketawa-ketiwi dan bersenang-senang. Sudah tertera bahwa teman itu penuh rasa solidaritas. Ajak sana, hayuk.. ajak sini, hayuk… Senang-senang, hayuk.. susah-susah juga hayuk… Dan ketika sama pasangan (real), hayuk-hayuk-an itu akan terasa berat. Iya yaaaah… Memang benar… kadang kita sebagai pasangan seringnya tak bisa toleransi dengan main iya-iya saja, pasti ada sesuatu yang mau memaksakan dan dipaksa. Dan apabila saya selalu dikelilingi laki-laki mulu… mana ada yang rela… hhppffttt… but I still need them… *kekeuh*

Ada lagi segala curhatan sahabat-sahabat saya tentang pernikahan..  I’ve been there and done that! Tapi kok malahan saya jadi tambah parno yaaaa?

Wadoh.

prens..

February 3, 2009

Temans.

Huehehehe… Saya lagi ingin membahas tentang arti pertemanan bagi saya nih. Bagi saya, arti pertemanan itu simple.

Dimana bila saya lagi susah, mereka ada, sedikit atau banyak yang bisa mereka bantu, yang penting terselip tawa diantara kesusahan saya (it means a lot). Dan bila saya mau senang-senang, mereka juga ada. Masa teman cuma saya ikutkan dalam duka saya saja sih? Ga boleh dong ah… Dan juga, bila saya butuh uang, juga tersedia untuk meminjamkan. Hloooogh?? Ya iyalaaaah… (Tapi dengan syarat kalau mereka ada hard cash lho ya..). Teman yang baik ketika kita butuh uang mendesak (yang ga banyak, tentunya), langsung meminjamkan tanpa bertanya, “untuk apa, sih?” Walaupun setelah acara transfer-mentransfer selesai, rasa penasaran akan selalu ada, “emang buat apaan sih??” Ahahahhaaaa… maklum, perempuan.

Aniwei, saya juga baru merasakan sahabat-sahabat saya yang sebenarnya disaat-saat sekarang. Mengapa??? Booook… dari kemarin saya sudah kejatuhan tangga, kepleset pulak! Amazingly, tanpa diminta bantuan, bala-bala selalu ada. They’re my truly friends, coz without asking *but it’s so obvious from my eys that I really-really need their hands*, they helped!!

Tapi yang paling-paling saya hargai adalah kehadiran seorang teman dikala saya berduka. Hanya sapa, kehadiran (diem juga gapapa kok) dan juga tawa yang bisa membuat  saya mengalihkan pikiran saya dari rasa sepi.

Beberapa yang mengaku sahabat yang ternyata tak ada ketika duka merundung, apa bisa di-aku sahabat? Ketika foto pernikahan semua personil “sahabat” hadir dengan riasan lenong plus gincu merah, mengapa ketika dirumah duka tak muncul dengan berbagai alasan?

Hihihihihi… blog ini tak berusaha untuk menyingung teman saya yang lagi gondok sama teman-temannya itu, tapi saya gemez karna saya blum selesai berbicara (atau manas-manasin) tapi disuruh diem.

Mungkin mindset-nya mereka aja yang perlu dirubah, neng… mungkin mereka kira, lebih berharga datang ke pesta.

Ahahahahahaaaa…… *kabuuuuuuuuuur*

crazy-friends1

cuap-cuap before lunch time

December 19, 2008

Ini hanya sekedar cuap-cuap-an saya menjelang waktu makan siang. Ehem, sebenarnya bisa disambi kerja yach… tapi saya sedang sariawan dan sakitnya sampai ke ubun-ubun.. jadinya saya ga bisa konsen sama sekali ke kerjaan.

Aniwei, kemarin sore sebenarnya saya menulis (yang saya putuskan untuk tetap teronggok manis di draft) tentang Degredasi Moral, hari gini. Tapi kok seperti memancing gosip ataupun saya, sebagai manusia biasa yang tak luput dari dosa, seakan-akan menghakimi beberapa orang. Pada intinya, memang saat ini ada beberapa terms and conditions dalam hal “memilih” sudah tak berpaku pada nilai moral ataupun agama… Hmmm.. akupun begitu juga..

Cuapan saya yang kedua, saya lagi kesal sama XL. “Layanan blueberry anda telah dihentikan karna telah memasuki masa tenggang.” Kesyel.. wong saya baru isi pulsa. Cek-ricek pulsa… masih 85ribu sekian-sekian.. Telpon 123, “Masa berlaku pulsa anda sampai dengan 6 Maret 2009.” Tuhkan…. masih tahun depan… Telpon ke Call Centre, jawabannya, “Iya mbak.. layanan blueberry sedang mengalami gangguan.. mohon ditunggu 1×24jam….” Uuurgh.. saya ga bisa ber-ym ria nanti malam… kesyel.

Cuapan ketiga saya… karna sedang sariawan begini.. pola makan cukup mengganggu. Pola hidup sosial pun terganggu. Karna apa??? Saking pusingnya sampai ke ubun-ubun, saya mudah sekali marah… Alhasil terjadilah sanksi sosial… *halah*

Sekiaaaaan… mau siap-siap makan siang…