Nice conversation
October 21, 2008
Tadi malam, saya mengajak Dia ke kamar saya untuk berbincang-bincang. Sudah lama saya tak melakukannya, karna saya yang selalu berbicara dan memaksa Dia untuk mengabulkan permintaan saya.. dan Dia hanya terdiam dan mendengarkan. Saya baru tahu sekarang, dari dulu Dia hanya mendengarkan dan mungkin menggumam.. “Dee, hal yang kamu minta kepadaKu, sangatlah tidak baik untukmu..“
Saya selalu merasa bahwa saya adalah perempuan yang paling beruntung di dunia. Dia selalu menolong saya disaat genting dimana saya selalu merasa tak mampu melaluinya.. Dia datang dengan cara lucu.. seperti saya sedang kebingungan ga ada uang.. tiba-tiba ada saja yang memberi, lagi last minute butuh kerjaan.. keterima saja disuatu tempat… Uhuhuhuhu.. Dia baik sekali padaku.
Tapi tiba-tiba BUUUUM… cobaan datang bertubi-tubi, sampai-sampai saya tak merasa kuat dan saya merasa Dia ga membantu saya… Hmm.. ada baygon ga?? Saya haus… *mengutip penulisan Nisa* Ada cutter?? bukan.. bukan untuk motong kertas.. untuk motong nadi.. Mulailah saya mutung sama Dia, enggan berbicara.. bahkan mengunjungiNya pun saya ogah-ogahan. Kalaupun saya datang berkunjung, saya hanya diam.. merasa bahwa ini bukan yang saya inginkan. Yah, seperti anak kecil ngambek kalau ga dikasih permen laaaaah…
A few months, Dia bermain-main dengan saya. Semuanya diperlihatkan ke saya yang terburuk. Well, saya memang selalu bilang, Dia itu lagi menumpuk berkas-berkas saya… ntar pasti di baca, trus di delegasikan ke anak buahNya dan minta tolong sekaligus aja dilihatin nih ke saya yang terbaik dan yang terburuk. Abis saya manja dan suka maksa sih… maunya dikabulin mulu tanpa bisa menghandle sebab akibatnya.
Wah.. wah.. wah… saya digembleng selama 3 tahun untuk menjadi kuat. Padahal selama ini saya skeptis dengan motto “Cobaan itu datang untuk menguatkan kita” saya beranggapan “Cobaan itu datang untuk membuat kita menyerah“. Saya salah.. ternyata memang benar “Cobaan itu datang untuk menguatkan kita” + “Membuat kita dekat dengan Tuhan“
Dalam 3 bulan ini lah… saya diperlihatkan oleh Dia mana yang terbaik dan terburuk. Diberilah segala hal-hal yang bisa membuat detak jantung saya berhenti beberapa detik. Dari masalah yang (saya kira) ga berujung.. dari masalah kemarahan memuncak yang bisa saya hadapi dengan sabar.. dari masalah percintaan (halah.. halah..) diperlihatkanlah kepadaku bahwa doi ga baik untuk saya.. Bertubi-tubi sih… So amazing saya bisa menghadapi semua masalah dengan baik.
Tadi malam, akhirnya saya berbicara dari hati ke hati sama Dia. Saya menyadari hal-hal yang terjadi pada saya adalah yang terbaik buat saya. Saya juga sekarang percaya 100% akan kata hati saya yang selama ini banyak penyangkalan… Uuuuuh.. saya minta maaf ya….. Trims juga ya, sekarang saya diberi tingkat kesensitifan tinggi untuk mengetahui segala sesuatu…
I Love U, Om Jes…