j o d o h ?
Tiba-tiba iseng-iseng buka blog di MP yang udah debu n jamuran dan menemukan salah satu tulisan saya back in the early 2008.
–
Saya selalu mengatakan bahwa “kurang” percaya arti kata “jodoh”. Yang ada hanyalah dua orang bertemu, saling cocok, lalu memutuskan untuk menikah. Dan ketika dalam pernikahan itu mereka berusaha sekuat mungkin mempertahankan pernikahan untuk selamanya.
Apakah dua manusia itu memang diciptakan sebagai yang dikatakan jodoh? Kalau iya, kenapa ada perceraian? (yeah, right… jodohnya cuma sebentar).
Seperti adanya ikrar ketika menikah,
”Yang dipersatukan Tuhan, jangan dipisahkan oleh manusia..”
Bagaimana bila sebenarnya manusia-nya yang memaksakan diri untuk bersatu? Bukan Tuhan yang menyatukan? Kita kan ga tahu?
Saya pernah lagi larut dalam imajinasi saya sendiri..
Saya melihat kupu-kupu yang sedang berduaan… mereka serupa dan sepadan. Dari warna, tekstur… hanya ukurannya saja berbeda. Mmmm… mungkin yang satu betina, yang satu jantan.
Saya juga selalu bingung… ketika saya melihat orang-orang bermain dengan merpati, mereka melepas merpati yang jantan dari sangkarnya… lalu mereka merokok-rokok dulu, minum kopi, dll (hal yang penting banget) dan mereka mengeluarkan si merpati betina dari sangkarnya lalu di kepakkepakkan.. Tiba-tiba si jantan pulang… pulang ke pasangannya.
Binatang. Makhluk yang tak punya akal untuk mencari uang, tapi mereka bisa mencari jodoh mereka sendiri yang sepadan… dan mereka bisa sangat-sangat setia kepada pasangannya…
Mengapa manusia yang diberi akal sehat (yang entah lama kelamaan akhirnya jadi ga sehat), sangat sulit menemukan pasangan yang sepadan, juga sangat sulit untuk setia?
Lalu saya berpikir dua kali.
Binatang saja yang diciptakan Tuhan mempunyai jodoh. Apalagi manusia ya?