Sekarang saya sudah berada ditahun 2009 dan telah melewati 2008 dengan suka, duka, tawa dan tangis.. Yang mau saya tulis disini? Momen-momen terbaik yang saya bisa ingat dan membuat saya tertawa, tersenyum, terharu dan menangis..

Yang pertama, di 1 Januari 2008, dimana saya memulai tahun kemarin dengan air mata. Momennya didukung dengan keindahan dari lantai (lupa lantai berapa, tinggi deh, pastinya) view SCBD, duduk sendiri berbekal Marlboro light menthol (lagi-lagi iklan) dengan diterpa sedikit angin dan hujan rintik-rintik di Apartment Ritz Carlton… suasana buraian air mata ini karna orang-tua saya baru mengetahui masalah saya.. “Apaaaa? Jadi selama 3 tahun ini, semuanya palsu??” Yea yea yea… Aniwei, sah-sah saja saya bersedih.. tapi, bersedih dengan gaya dong!!!

Yang kedua, lompat ke hari ulang tahun saya di 17 Juni 2008. Sungguh ulang-tahun yang paling seru dalam hidup saya. “yang sweet seventeen masih ingat, dee?NOPE.yang sweet thirty?INGET BANGED!!!! Sampai kiamat *lebay* saya akan ingat momen ultah saya yang sudah mendekati aging itu…

Yang ketiga, di 11 September 2008. Nope, ini bukan peringatan tragedi WTC. Ini tragedi dimana saya bisa melangkah sendiri tanpa beban untuk menata kembali kehidupan saya dari awal kembali. Thanks to Jesus for all the strength HE gave me and to all my friends who stands beside me through my rough time. Perasaan saya saat itu?? Blank!

Yang keempat, dari tanggal 30 Okt – 2 Nov 2008. The greatest moment!!! Pergi bersenang-senang dengan sahabat-sahabat saya, Arie n Nisa n A*** (maaf, yang satu lagi, lagi-lagi tak saya sebut). Dan baru disini, saya tak terkena insomnia… liat kasur langsung blesssss, tidur dengan nyenyak. Hmm, harus dilakukan tiap tahun nih…

Last but not least, di pergantian tahun 2008 ke 2009. Ga pernah kepikiran di kepala kita berdua (saya dan Iyas, my guy friend – absolutely not my boy friend) akan menghabiskan akhir tahun berdua plus teman-teman yang baru saya kenal. One of the best moment, spending 12 hours together. Semua agneda direalisasi dari yang tertawa-tertawa sampai kepala dan rahang kita sakit, autis-an berdua dan curhat-curhatan. Mengakhiri 2008 dengan momen yang tak pernah terlintas dipikiran saya sebelumnya. Merasa aneh?? Tentuu… ini pertama kalinya saya keluar dari bungker setelah 5 atau 6 tahun dan tak menghitung pergantian tahun dengan sahabat-sahabat perempuan saya. I missed a moment with them (aniwei, kadang kita harus misah untuk merindukan US lagi, rite?). Hope I could spend new year 2010 with you all again, and in that time, I’m no longer single… *www.ngarep.com* Yas, wanna join us?

Aniwei, Welcome 2009. Mari kita buat momen terbaik di tahun ini. Dan saya harap, it will be the greatest..

Amin.

3 Responses to “Unforgetable moments in 2008”

  1. nisa Says:

    aaawww..
    ada dirikyu on your unforgetable moments?

    eh bo, ngemeng2 ya..
    orang tua loe baru tau yg mana? bukannya memang udah tau? atau malah gw yang blom tau?

    *halah, gw nanya apa sih!*

  2. deecoratcoret Says:

    ya pas tanggal 1 Januari 2008 (bukan 2009) boook… Kata nyokap gw, hadiah tahun baru paling sedaaaaap!!!

  3. nisa Says:

    oalaaaahhh..
    kirain ada kepalsuan apa lagi?


Leave a Reply